Atmosfer Liga Indonesia menjadi kebanggaan para pemain asal negeri tetangga. Pilar lini tengah Arema Indonesia asal Singapura Muhammad Ridhuan selalu rindu dengan atmosfer suporter Indonesia ketika sedang pulang ke kampung halaman.
Dengan penampilan yang konsisten, nama Ridhuan memang terus melambung di mata Aremania, pendukung Arema. Jika mereka menggandrungi sosok Emeleu Serge atau Franco Hitta beberapa musim lalu, kini duo Singapura menjadi idola baru mereka. Selain Ridhuan, striker Noh Alam Shah digemari.
Ridhuan menyatakan sangat menikmati bermain di Indonesia. Pemuda kelahiran 1984 itu mengungkapkan, atmosfer penonton di Indonesia adalah salah satu yang paling mencolok di antara perbedaan sepak bola Indonesia dan Singapura. Di Indonesia, dia melihat antusiasme penonton jauh lebih tinggi daripada di negaranya.
"Di sana pertandingan timnas saja paling hanya sekitar tujuh ribu penonton. Kalau di sini, jangankan timnas, pertandingan kompetisi reguler saja bisa mencapai puluhan ribu," ungkap kelahiran Jurong, Singapura, itu.
Meski belum genap semusim merumput di Indonesia, Ridhuan sudah kerasan tinggal di Malang. Dia pun kerap nongkrong di salah satu mal di Kota Pelajar itu saat senggang.
Selain itu, banyak pengalaman tak terlupakan yang didapatnya dari bermain di Indonesia Super League (ISL). Salah satunya, atmosfer pertandingan yang begitu tinggi. Dihujani benda keras oleh pendukung Persebaya sebelum timnya bertamu ke Gelora 10 Nopember lalu (16/1) dikatakannya menjadi pengalaman tak terlupakan. "Sempat shock, tapi tidak terbawa sampai di lapangan. Saat pertandingan, saya percaya banyaknya aparat mampu memberi pengamanan maksimal," tuturnya.
Ridhuan memang sangat menikmati berkarir di Indonesia. Karena itu, ketika sedang pulang ke Singapura, dia selalu rindu dan ingin segera kembali ke Indonesia. Dia juga berharap bisa bermain di Indonesia tidak hanya untuk satu musim. "Kalau manajemen Arema menginginkan saya, tentu saya ingin bertahan di sini," ucapnya.
Meski akhir-akhir ini timnas Singapura mampu mengatasi timnas Indonesia, Ridhuan tetap menilai bahwa banyak ilmu berharga yang bisa digalinya di ISL. Menurut dia, bermain di ISL dituntut memiliki mental yang kuat. Salah satu alasannya, tingginya tekanan penonton dan ketatnya persaingan. Dia juga menyatakan bahwa karakter permainan tim-tim ISL lebih keras dan agresif daripada S-League.
Ilmu dan tempaan bermain di ISL dikatakannya bisa sangat bermanfaat bagi timnas Singapura. Karena itu, menurut dia, karirnya di Indonesia sangat berguna untuk perkembangan timnas negaranya.
Di sisi lain, Ridhuan melihat beberapa hal yang bisa menjadi masukan untuk perkembangan timnas Indonesia. Dari sisi kualitas, pemain-pemain Indonesia tak berbeda jauh dari Singapura. Hanya, lanjut dia, para pelatih di Singapura lebih berani memberikan kepercayaan kepada pemain muda. Selain itu, frekuensi pertemuan penggawa timnas Singapura yang tinggi membuat mereka tak sulit menjalankan urusan strategi. [rachmad s/diq/jawapos]